Informasi Bahan Pakaian

Berikut adalah informasi bahan (kain) untuk produk seragam yang kami bikin.

Perusahaan di Indonesia punya ketentuan sendiri dengan seragam perusahaannya sehingga setiap perusahaan punya seragam yang berbeda-beda. Sebagai perangkat yang sangat wajib, pihak perusahaan tidak boleh asal-asalan saat memilih jenis bahan / kain untuk seragam perusahaan buat para pekerjanya.

Biasanya setiap tahun , permintaan buat kain yang dipakai seragam perusahaan semakin meningkat. Mulai dari tingkat provinsi sampai penjuru Indonesia, pihak perusahaan pasti akan mencari berbagai macam jenis bahan yang dipakai buat seragam atasannya mau pun bawahannya. Meski warnanya tidak sama, tetap saja pihak perusahaanya harus mempertimbangkan pemilihan kain yang dipakainya.

Pemilihan kain untuk bahan seragam kerja sangatlah penting, karena mempengaruhi kenyamanan dan produktivitas kerja. Kenyamanan seragam kerja juga didukung dengan kain bahan seragam kerja yang nyaman. Berikut ini jenis – jenis bahan yang kami pakai :

Bahan Kaos dan Poloshirt

Pada dasarnya, bahan kaos adalah bahan yang dibuat menggunakan teknik rajutan yaitu benang dirajut sedemikian rupa sehingga menjadi kain yang agak sedikit elastis dan dapat menyusut sesuai dengan jenis bahannya. bahan kaos sendiri dapat dibedakan berdasarkan jenis rajutan dan komposisi bahan penyusunnya. Adapun penggunaannya, bahan kaos bisa dibuat menjadi kaos oblong, kaos berkerah atau bahkan jaket. Untuk lebih jelasnya berikut paparan masing-masing jenis bahan kaos :

Cotton Combed

cotton combet

Cotton Combed adalah bahan yang paling umum digunakan untuk kaos oblong yang berkualitas baik. Bahan cotton combed terbuat dari 100% cotton yaitu serat kapas dan melalui proses penyisiran / penghalusan serat, sehingga karekteristik bahan menjadi halus, tidak berbulu, lembut dan nyaman dipakai, menyerap keringat, dan tingkat susutnya sangat kecil.

Karena adanya proses tambahan tersebut, maka umumnya harga bahan kaos cotton combed akan lebih mahal dibandingkan bahan katun (cotton) reguler, tetapi lebih berkualitas dan benangnya pun lebih kokoh.

Penggunaan bahan cotton combed tidak hanya sebatas pada kaos saja, tetapi juga pada produk-produk linen lainnya seperti bed cover, taplak meja, sarung bantal dan guling, dan masih banyak lagi.

Cotton Cardet

cardet

Cotton carded terbuat dari katun yang sama seperti cotton combed. Bedanya adalah cotton carded ini tidak melalui proses penyisiran sehinggan permukaan bahan tidak sehalus dan selembut catton combed. Namun karateristik cotton carded ini tetap menyerap keringat, nyaman. Berbeda dengan Combed, untuk mendapatkan benang Carded, kapas diolah melalui proses Carding atau digaruk menggunakan mesin carding. Pengambilan nama Carded pun sama-sama diambil dari nama mesin pembuat nya yaitu mesin Carding. Hasil kain yang menggunakan benang carded berbeda dengan combed, perbedaan nya adalah kain cenderung lebih kasar, memiliki bintik putih, cenderung lebih berbulu dan berbiji. Dari segi kualitas, memang kain Carded dibawah kain Combed akan tetapi harga nya lebih murah.

Kenapa disebut carded? Hal ini karena sama-sama diambil dari nama mesin pembuat nya yaitu mesin carding. Hasil kain yang menggunakan benang carded berbeda dengan combed, perbedaan nya adalah kain cenderung lebih kasar, memiliki bintik putih, cenderung lebih berbulu dan berbiji.

Sementara katun combed jug sama, diambil dari nama mesin pembuatnya yaitu mesin combing. Di Indonesia sendiri, kain jenis ini sering disebut combad karena pengejaa nya yang hampir sama.

Teteron Cotton (TC)

TC

Teteron Cotton (TC) adalah salah satu bahan yang cukup sering digunakan untuk membuat kaos, khususnya bagi Anda yang ingin membuat kaos dengan budget terbatas. TC merupakan campuran dari Teteron + Cotton, jadi bukan 100% cotton. Rasionya bisa berbeda-beda, yang umum ditemukan adalah 35% teteron dan 65% cotton. Semakin besar rasio teteronnya, maka kain akan semakin panas. Ini adalah karakteristik dari bahan kaos TC.

Bahan teteron cotton atau biasa disingkat dengan TC dalam konveksi jasa pembuatan kaobanyak dipergunakan. Jenis ini merupakan kombinasi dari dua material yaitu Polylester berpadu meterial Katun. Kemudian dicampurkan dan menghasilkan tipe kain yang baru serta memiliki karakter unik.

Bahan dasar pembuatan jenis kain katun berasal dari kapas alami, dimana mempunyai sifat halus dan lembut. Sedangkan Polylester sendiri dibuat menggunakan material serat sintesis fiberpoly, dengan karekter yang dipunyai adalah tidak menyerap keringat juga agak saat panas dipakai.

Penyebabnya adalah karena biasa dipakai untuk membuat biji plastik. Namun kelebihannya adalah dari segi kekuatannya. Kain dengan jenis Polyester tahan meskipun harus direndam lama dalam air, bahkan sampai tiga jam menggunakan larutan pemutih atau pembersih kimia bersifat keras.

Polyester (PE)

PE

Polyester (PE) adalah bahan kaos yang lebih murah lagi dibandingkan ketiga bahan diatas. PE terbuat dari polyester/plastik dan banyak digunakan untuk kaos promosi. Karakteristiknya adalah bahan ini kurang menyerap keringat, keras dan panas saat dikenakan.

Kain yang terbuat dari serat poliester ini dikenal tahan lama, tidak mudah kusut, dan lebih cepat kering saat dijemur. Kelebihan lainnya adalah poliester lebih tahan terhadap berbagai bakteri, tahan air (water-resistant) dan juga tidak mudah susut ataupun melar. Namun seperti jenis serat lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai bahan tekstil, polyester juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa menyerap keringat sehingga terasa panas saat digunakan di cuaca yang panas.

Lacoste/Cotton Pique

lacoste

Lacoste/Cotton Pique adalah bahan yang banyak digunakan untuk membuat polo shirt / kaos kerah. Karakteristiknya adalah bahan ini lembut, nyaman, dan pori-porinya besar. Nama bahan ini adalah cotton pique. Kadang bahan ini disebut LACOSTE/POLO karena pada awalnya kedua merek tersebut adalah yang banyak menggunakan jenis bahan ini. Bahan ini sangat cocok untuk design yang menggunakan bordir.

Bahan Pique Diamond, biasa nya kebanyakan orang yang mencari bahan kaos polo dengan kualitas yang lebih bagus dari bahan pique biasa dan berbahan dasar katun. Di toko kami bahan kaos polo dengan bahan dasar katun dan mempunyai kualitas premium tersedia pada bahan Combed Pique Diamond

Combed Pique Diamond dibuat dari 100% serat Combed dengan kualitas yang sangat baik dan permukaannya yang halus. Bentuk corak rajutan dari bahan pique ini berbentuk segiempat atau berlian. Tekstur dari kain untuk kaos berkerah ini lembut, halus dan adem saat digunakan, bahan ini sangat cocok digunakan untuk membuat kaos polo dengan kualitas premium

Banyak yang menggunakan kaos polo dengan bahan Combed Pique Diamond ini untuk seragam kantor atau pakaian-pakaian semi-formal. Bahannya yang sangat nyaman dan mampu menyerap keringat dengan baik karena bahan combed sangat baik dalam penyerapan keringat

Bagi Anda yang tertarik untuk membuat jenis kaos berkerah atau Polo shirt yang sering juga disebut dengan kaos wangki akan tetapi masih bingung harus menggunakan bahan apa, kami merekomendasikan bahan Combed Pique Diamond atau untuk harga bahan pique yang lebih terjangkau Anda bisa gunakan CVC Pique Hexagon

Bahan Celana, Baju dan Jaket

Pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga meningkatkan keamanan selama kegiatan berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman.

Denim

jeans

Denim adalah kain katun yang kokoh dengan benang pakan melewati dua atau lebih benang lungsin. Kain yang digunakan menghadap sisi benang lungsin. Penggunaan silang kepar menghasilkan pola serong yang membedakannya dengan kain kanvas duk. Pendahulu denim, kain dungaree, telah diproduksi di India selama beratus-ratus tahun. Denim yang paling umum dijumpai adalah denim berwarna indigo, dengan benang lungsinya yang telah dicelup warna dan benang pakannya dibiarkan putih. Sebagai hasil kain yang ditenun menggunakan cara silang kepar, satu sisi kain didominasi dengan benang lungsin berwarna nila, dan sisi benang pakan yang berwarna putih. Hal inilah yang membuat sisi dalam celana jins berwarna putih. Proses pencelupan warna nila yang mempertahankan inti benang lungsin tetap berwarna putih menciptakan kesan pudar yang menjadi ciri khas denim.

“Denim itu bahannya, jeans itu produk dari denim karena (sejarah) denim sendiri lebih lama lagi,” jelas pria yang akrab disapa Direz ini, saat diwawancara wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Bahan denim berasal dari sebuah kota di Prancis, bernama Nimes. Awalnya bahan ini disebut Serge de Nimes, lalu kemudian dipersingkat menjadi denim (de Nims). Denim merupakan material kain yang kokoh terbuat dari katun twill. Teksturnya mirip karpet namun lebih tipis dan halus. Pertama kali diciptakan, denim hanya memiliki satu warna yaitu indigo. Tapi seiring berkembangnya zaman, dibuatlah warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, putih khaki, dan warna-warna terang di antaranya pink, hijau dan biru terang.

Drill

drill

Saat ini terdapat kain twist drill yang memiliki karakterisitik water repellent atau air tidak mudah menembus kain jenis ini. Kain ini biasanya digunakan untuk jaket almamater dengan zipper. Sehingga jaket almamater dengan zipper ini juga dapat digunakan untuk kegiatan luar ruangan (outdoor).

Jenis kain ini merupakan yang paling banyak dikenal masyarakat. Bahkan, beberapa kalangan kerap menganggap kain drill hanyalah memiliki satu jenis variasi yakni twill drill ini.

Kain ini memiliki keunggulan tersendiri, yakni memiliki sifat water repellent alias tahan air serta memiliki serat yang kecil. Tak heran jika twist drill sering digunakan dalam pembuatan jaket almamater, dilengkapi dengan zipper.

 

 

Twill

twill

Twill sendiri sebenarnya merupakan salah satu Teknik dalam penenunan kain (ayaman kain).  Anyaman twill sendiri merupakan salah satu jenis anyaman dasar. Didunia tekstil, twill disebut juga dengan istilah anyaman keper dan disebut juga dengan drill. Secara sederhana anyaman twill adalah Teknik anyaman kain dengan benang lusi dan pakan yang saling bersilangan sehingga membentuk efek lusi bergaris miring.

Oleh karena itu untuk membedakan antara kain twill dengan non twill sebenarnya sangat mudah. Amati saja anyaman pada kain apakah alur penenunan miring atau tidak. Jika miring berarti kain tersebut dibuat dengan anyaman twill dan bisa dikatakan kain twill.

Canvas

canvas

Kain kanvas merupakan jenis kain yang memiliki serat tebal serta sifatnya sangat kuat. Awalnya, kanvas lebih banyak digunakan untuk melukis. Namun seiring dengan perkembangan zaman, bahan ini semakin berkembang penggunaannya menjadi bahan dasar untuk tas, sepatu, jaket, bahkan berbagai macam aksesoris. Tak heran, karena kain kanvas ketebalannya sempurna untuk dimodifikasi.

Pada awalnya, kain kanvas terbuat dari jerami sehingga pastinya sangat kuat. Memang saat ini bahan dasar kanvas sudah berganti menjadi kapas atau linen, namun semua produsen kanvas pastinya tetap memperhatikan kualitas dan daya tahan kain sehingga tak perlu khawatir jika Anda ingin menggunakan kain kanvas dalam berbagai kesempatan. Ada juga kanvas berbahan sintetis seperti polyester.

Linen

linen

Bahan linen merupakan produk tekstil yang sangat kuat dan ringan yang terbuat dari serat rami yang memiliki tekstur yang tebal, permukaannya nampak halus dan bersifat kaku. Rami merupakan tanaman yang telah dibudidayakan di hampir setiap negara di dunia, bagian dari genus Linum dalam keluarga Linaceae, dan sudah sejak lama digunakan untuk membuat serat. Serat-serat ini kemudian dipintal menjadi benang dan akhirnya ditenun menjadi kain. Kata “linen” berasal dari nama Latin untuk rami, “linum usitatissimum.” Jenis kain ini dapat bertahan hingga puluhan tahun apabila dirawat dengan baik.

Cotton Polyster

cotton polyester

Sesuai namanya, polycotton merupakan kain campuran dari dua jenis bahan lainnya, yaitu polyester dan cotton. Kombinasi bahan kain sintetis polyester dan bahan serat alam katun menghasilkan produk bahan campuran yang halus dan lembut. Bahan polycotton sendiri punya karakteristik tekstur serat yang rapat, adem, dan fleksibel. Maka dari itu, polycotton sering dipakai sebagai bahan dasar pakaian.

Jika dibandingkan jenis bahan lainnya, polycotton punya keunggulan dari segi kenyamanannya. Polycotton punya tekstur yang halus dan lembut, sehingga lebih nyaman dipakai. Bahannya juga adem dan mudah menyerap keringat, jadi nggak panas dipakai. Meskipun bahannya jatuh, polycotton tetap mudah dibentuk jika digunakan sebagai bahan dasar kain hijab. Selain itu, bahan polycotton juga punya kelebihan bahan yang nggak mudah kusut.

Flecee

flecee

Fleece adalah bahan yang digunakan untuk membuat sweater, jaket varsity. Fleece memiliki ciri-ciri permukaan yang berbulu halus. Hal ini karena bahan ini ramah lingkungan, banyak peminatny serta merupakan bahan yang bagus untuk jaket.

Kain fleece terbuat dari bahan baku berupa imitasi benang wool (20%) yang kemudian dikombinasikan dengan bahan lain seperti polyester dan serat katun (80%). Di pasaran kombinasi ini dikenal sebagai fleece polyester. Selain itu, ada pula fleece yang terbuat dari kombinasi cotton bamboo dan fleece sehingga dikenal sebagai fleece bamboo.

Proses pembuatan kain fleece cukup unik di mana rajutan benang dipelintir sehingga membentuk sebuah kain. Ukuran benang dan rajut nantinya akan menentukan ketebalan kain fleece. Benang dengan ukuran angka rendah akan menghasilkan kain fleece yang tebal. Sedangkan benang dengan diameter lebih tinggi akan menghasilkan kain fleece yang lebih ringan dan halus.

Parasut

parasut

Kain parasut atau dalam bahasa pabrik dikenal dengan istilah Tafetta merupakan salah satu jenis bahan kain yang tipis dan ringan. Kain ini sangat cocok jika dipakai untuk membuat cover (lapisan pelindung), furing, jaket maupun produk konveksi lainnya.

Bahan baku yang digunakan pada pembuatan kain parasut adalah sejenis poliester. Jenis bahan ini berasal dari serat sintetis atau buatan dari hasil pengolahan minyak bumi yang kemudian diproses menjadi serat fiber poly.

Suplier Bahan Kami

Bingung kain yang cocok untuk seragam anda ?

Bagi Anda yang menginginkan baju seragam berkualitas, kuat, dan nyaman saat digunakan bisa menggunakan bahan dasar kain . Di tempat kami dapat membuat Seragam yang Anda butuhkan sesuai dengan permintaan dan jika Anda ingin Produksi/Konsultasi mengenai seragam, Silahkan hubungi Tim Globalindopm.co.id untuk mendapatkan penjelasan bahan serta penawaran menarik dari kami.